Jumat, 20 Januari 2012

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KELAS V SEMESTER I kenampakan buatan


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
KELAS V SEMESTER I


Disusun Guna Memenuhi Tugas Semester VI
Mata Kuliah Microteaching
Pengampu : Minsih, S.Ag., M. Pd.

 











Disusun Oleh:
ERA CATUR SETYO RINI
A 510 080 252


PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

 

2011



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

SATUAN PENDIDIKAN       : SD Negeri Gemolong 1
MATA PELAJARAN             : Ilmu Pengetahuan Sosial
KELAS/SEMESTER              : V/1
ALOKASI WAKTU               : 25 menit

I.      STANDAR KOMPETENSI
1.      Menghargai berbagai peninggalan dan tokoh sejarah yang berskala nasional pada masa Hindu-Budha dan Islam, keragaman kenampakan alam dan suku bangsa, serta kegiatan ekonomi di Indonesia.

II.      KOMPETENSI DASAR
1.3 Mengenal keragaman kenampakan alam dan buatan serta pembagian wilayah waktu di Indonesia dengan menggunakan peta/atlas/globe dan media lainnya.

III.      INDIKATOR
Kognitif
1.3.1        Menyebutkan macam-macam kenampakan buatan di Indonesia
1.3.2        Menjelaskan ciri-ciri kenampakan buatan di Indonesia
1.3.3        Mendiskusikan keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan di Indonesia
Afektif
1.3.4        Merespon argumen mengenai keuntungan dan kerugian kenampakan buatan yang dikemukakan oleh teman
 Psikomotorik
1.3.5        Menggambar mind mapping mengenai materi kenampakan buatan di Indonesia


IV.      TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah melalui kegiatan pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat:
Kognitif
1.3.1   Menyebutkan macam-macam kenampakan buatan di Indonesia
1.3.2   Menjelaskan ciri-ciri kenampakan buatan di Indonesia
1.3.3   Mendiskusikan keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan di Indonesia
Afektif
1.3.4   Merespon argumen mengenai keuntungan dan kerugian kenampakan buatan yang dikemukakan oleh teman
 Psikomotorik
1.3.5   Menggambar mind mapping mengenai materi kenampakan buatan di Indonesia

V.      MATERI PEMBELAJARAN
Kenampakan buatan

VI.      METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
1.      Metode Pembelajaran
a.    Debate Active
b.   Diskusi
c.    Tanya jawab
d.   Pemberian Tugas
2.      Model Pembelajaran
Aktive Learning

VII.      LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
A.          Kegiatan Awal (3 menit)
·         Guru mengucapkan salam
·         Guru meminta ketua kelas memimpin do’a
·         Guru memberi motivasi siswa supaya lebih bersemangat dalam menerima materi yang akan diberikan dengan menyanyikan sebuah lagu “Pemandangan”
Pemandangan
Memandang alam dari atas bukit
Sejauh pandang ku lepaskan
Sungai tampak berliku
Sawah hijau terbentang
Bagai permadani di kaki langit
Gunung menjulang berpayung awan
Oh...indah pemandangan
·      Guru menggali kemampuan awal berkenaan dengan materi yang akan dipelajari dengan bertanya kepada isi dari lagu yang telah dinyanyikan
·      Guru menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai.

B.                                   Kegiatan Inti (20 menit)
1.      Eksplorasi
·         Siswa diminta mengamati gambar-gambar kenampakan buatan yang ada di slide
·         Siswa diminta menjelaskan pengertian kenampakan buatan
·         Siswa diminta menyebutkan macam-macam kenampakan buatan
·         Guru mengadakan tanya jawab mengenai ciri-ciri kenampakan buatan
·         Guru memberikan informasi singkat mengenai gambar-gambar kenampakan buatan di Indonesia
2.      Elaborasi
·         Siswa dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok pro dan kontra untuk melakukan kegiatan debat aktif
·         Siswa diminta mendengarkan peraturan debat aktif mengenai “keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan”
·         Masing-masing kelompok diminta mendiskusikan keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakan buatan sesuai argumen masing-masing. Tim pro mengembangkan argumen mereka tentang keuntungan pembangunan kenampakan buatan, sedangkan tim kontra mengembangkan argumen mereka tentang kerugian pembangunan kenampakan buatan.
·         Setelah berdiskusi dengan kelompok. Masing-masing kelompok diminta menunjuk satu perwakilan untuk mengungkapkan argumen pembuka
·         Debat aktif dimulai dengan anggota tim pro merespon argumen tim kontra. Kemudian anggota tim pro merespon sanggahan tim kontra.
·         Selanjutnya anggota tim kontra memberikan argumen-argumen yang menyanggah pernyataan tim pro.
3.      Konfirmasi
·         Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap keberhasilan siswa dalam debat aktif
·         Guru memberikan motivasi kepada siswa yang kurang aktif dalam debat aktif yang telah dilakukan
·         Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil debat aktif siswa
·         Siswa diberikan motivasi untuk lebih mempelajari materi yang telah dipelajari
C.                                  Kegiatan Akhir (2 menit)
·         Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari
·         Guru memberikan feedback dari kesimpulan siswa
·         Guru memberikan tugas menggambar mind mapping mengenai kenampakan buatan di Indonesia
·         Guru menutup pelajaran

VIII.      ALAT DAN SUMBER BELAJAR
A.       Alat Pembelajaran
1.    LCD/Slide presentasi
2.    Laptop
B.        Sumber Belajar
1.         Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
2.         Buku IPS Terpadu untuk Sekolah Dasar Kelas V. Karangan Tim Bina Karya Guru. Penerbit Erlangga. Jakarta. 2007. Hal 51 s.d. 53.
3.         Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD Kelas V. Karangan Asy’ari, dkk. Penerbit Erlangga. Jakarta. 2007. Hal 51 s.d. 55.

IX.      PENILAIAN
Jenis Penilaian        : Non Tes
Bentuk Penilaian    : Skala sikap

RUBRIK PENILAIAN SKALA SIKAP
No.
Aspek yang Dinilai
Tingkat Capaian Kerja
1
2
3
4
5
1.
Antusias siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.





2.
Konsentrasi siswa dalam berdiskusi





3.
Keaktifan siswa dalam mengemukakan pendapat pada saat debat aktif






4
Keberanian dalam menyanggah dan memberikan argumen dari pernyataan teman dengan alasan yang tepat





                                                                                                                    Skor Maksimum: 20
Keterangan:
Skor 1                   : sangat kurang
Skor 2                   : kurang
Skor 3                   : cukup
Skor 4                   : baik
Skor 5                   : sangat baik
Pedoman Penilaian:
X 100 = 100
 
Penilaian Skala Sikap                  :   Skor yang dicapai 
                                                                  Skor Maksimum
       
Sragen,    April 2011
           Mengetahui,
        Kepala Sekolah                                                                Guru Mata Pelajaran


SUPADI, M.Pd                                                               Era Catur Setyo Rini
NIP. 19610706198245664                                                   NIP. 18550912477535




















Kenampakan Buatan di Wilayah Indonesia

Kenampakan buatan adalah segala sesuatu yang nampak di permukaan alam yang sengaja dibuat oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh kenampakan alam adalah sebagai berikut:
1.        Waduk (Bendungan)
Waduk sengaja dibuat oleh manusia untuk menampung air hujan atau air sungai guna persediaan di musim kemarau. Waduk juga dibuat untuk kepentingan irigasi (pengairan), usaha perikanan, tujuan wisata dan olahraga air. Selain itu, waduk juga digunakan sebagai pembangkit listrik. Contohnya adalah waduk kedungombo di Jawa Tengah.
2.        Perkebunan
Perkebunan adalah areal yang sengaja dibuat oleh manusia dengan cara membuka lahan baru yang akan dipersiapkan untuk ditanami tanaman kebun. Contoh perkebunan adalah kebun teh, kelapa sawit, kebun kopi, dan kebun karet. Tanaman yang ditanam di kebun biasanya banyak dibutuhkan oleh masyarakat.
3.        Pelabuhan
Pelabuhan sengaja dibuat oleh manusia sebagai tempat berlabuh kapal yang akan menurunkan dan menaikkan penumpang dan barang. Keberadaan pelabuhan memperlancar transportasi laut. Contoh pelabuhan adalah pelabuhan tanjung emas, pelabuhan tanjung priok, dan lain-lain.
4.        Kawasan Industri
Kawasan industry sengaja dibuat oleh manusia untuk menampung kegiatan industri Kebanyakan industri yang ada di kawasan industri adalah bentuk industri kecil. Misalnya pembuatan kompor minyak tanah, mebel, dan peralatan lain. Kawasan industri juga disebut lingkungan industri.  
5.        Kawasan Pemukiman
Kawasan pemukiman dibuat oleh manusia sebagai tempat atau lokasi perumahan penduduk.

6.        Bandar Udara
Bandar udara dibangun manusia untuk keperluan transportasi udara. Contohnya bandara Soekarno Hatta di Jakarta, bandara Adi Sumarmo di Surakarta, bandara Adi Sucipto di Yogyakarta.
7.        Terminal
Terminal dibangun oleh manusia untuk memenuhi sarana prasarana transportasi darat, seperti bus, angkot dan lain-lain.
























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar